3 Hari ini saya sibuk dengan serah terima speedy di gorontalo bareng vendor dari jakarta. apa yang dilakukan, test koneksi dan 600 port satu per satu. Walaupun semalam saya pulang agak cepat karena someone ajak ketemuan malam itu di Pujasera cuz dia hari ini udah mo keMdo kuliah pertama kali..
Filed under: Skripsi dan Tugas Akhir, Teknologi Informasi | Tags: Interoperability Jax-WS and Nusoap, Java, Jax-WS, Nusoap Client, Php
Artikel ini saya tulis untuk membatu para developer yang akan mengimplementasikan interoperabilitas (kemampuan dua sistem atau lebih untuk bekerja sama secara harmonis) web service yang dibuat dengan java programming languages yang menggunakan library Jax-WS dan PHP yang kebanyakan orang menggunakan Nusoap. ketika anda mencari artikel untuk interoperabilitas antara jax-ws dan php di paman google anda akan di refer ke blog salah seorang pakar web service yaitu Dionysios G. Synodinos. pada tulisan Synodinos dia membuat skenario Nusoap yang bekerja sebagai web service server dan jax-ws sebagai clientnya. Namun, bagaimana jika kita membalikkan jax-ws sebagai web service server dan nusoap sebagai clientnya??
Filed under: Teknologi Informasi | Tags: Hyper-V, VMWare, Windows Server 2008
Saya akan berbagi sedikit cerita menarik tentang Hyper-V 2008 yang saya dapatkan tadi pada acara Microsoft. Pastinya anda semua pernah mendengar kata Virtual, entah itu Virtual PC, atau software lainnya yang bisa membuat ada Operating System dalam Operating System. Software tersebut yang paling banyak dikenal oleh para IT Professional yaitu VMWare (Virtual Machine). Saya gak akan mengulas how-tonya. dalam hal ini saya akan berikan ulasan mengenai Windows Server 2008 Hyper-V. Ulasannya seperti dibawah ini.
Filed under: Teknologi Informasi | Tags: Grand Indonesia, Green IT, Hyper-V, Kempinski Ballroom, Microsoft, Windows Server 2008
Tadi pagi – sore, saya menjajaki Mall Super Mewah di Jakarta sebut Saja Grand Indonesia. Mewah dikarenakan pakaian yang ada disana gak ada harga di bawah 500ribu rupiah. Namun jangan salah sangka dulu, saya hanya numpang lewat masuk mall ini, tujuan saya adalah ballroom yang ada di lantai 11. Nama Ballroomnya Kempinski Grand Indonesia. disitu sedang diadain Windows Server 2008 Hyper-V Conference (Asia Pacific). Kebetulan undangan mampir di gubuk saya, jadi mau gak mau harus datang. Dipintu masuk saya disambut dengan kata-kata yang terpampang disebuah baliho kecil “Virtualization is an Optimization Microsoft go Green IT“.
Mungkin kita banyak mendengar belakangan ini mengenai istilah Green IT. Dan sering terbesit pertanyaan apakah yang dimaksud dengan Green IT? terkaitkah dia dengan Tumbuh-tumbuhan ataupun alam? seperti itulah awalnya yang terbesit dalam benakku sekitar 3 bulan yang lalu. untungnya saat itu saya langsung mendapatkan jawabannya.
yang dimaksud Green IT yaitu produk IT yaitu Produk-produk IT yang ramah akan lingkungan. Timbul pertanyaan berikutnya, seperti apakah Produk yang ramah akan lingkungan itu? ada 3 komponen utama yang harus dipenuhi sehingga dapat disebut Green IT.
- Pertama didisain sebagai produk ekologi. Artinya bila perusahaan ingin membuat produk, misalnya komputer, maka harus memikirkan apakah produknya ramah lingkungan, berapa sumber daya yang digunakan, berbahayakan material yang digunakan, apakah produknya tidak berisik, dan lain-lain. Begitulah contoh disain ekologinya.
- Kedua, penggunaanya apakah si pemakai punya perhatian dengan penghematan energi, misalnya mau memakai warga hitam saja ketimbang warna-warni di layar komputer.
- Ketiga adalah harus bisa didaur ulang.
Sebagai contoh :
Dalam pameran teknologi informatika dan telekomunikasi internasional CeBIT, Fujitsu Siemens tampil dengan gebrakan monitor Zero Watt yang mematikan penyedotan energi ketika monitor Anda dalam status stand by. Musim panas ini, monitor hemat energi itu akan diluncurkan, seharga kurang lebih empat juta Rupiah. Inilah salah satu produk teknologi yang berpartisipasi dengan kampanye Green IT atau teknologi hijau. Tak hanya menjaga agar kantong Anda tidak bobol untuk bayar listrik, tapi juga ramah lingkungan. Manajer Marketing Fujitsu Siemens, Omur Canaltay memeragakan Zero Watt Monitor dari Fujitsu Siemens, yang menjadi pionir layar komputer hemat energi dalam posisi stand by.
“Ini merupakan yang pertama di dunia. Seperti yang kita tahu, setiap layar monitor bila tidak digunakan, maka akan terlihat mati secara otomatis ketika didiamkan sekitar dua puluh menit. Ini tidak benar-benar mati melainkan dalam status istirahat atau sleep mode. Ketika mulai digerakkan kembali maka akan menyedot energi untuk memproses sinyal atau menggerakan mouse atau komputer, paling tidak satu hingga lima watt. Sekitar sepuluh tahun lalu, monitor dalam posisi stand by masih menghabiskan energi sekitar 30 watt. Maka bila menggunakan layar Zero Watt Monitor atau monitor nol watt ini, maka akan menghemat energi.”
Contoh dikutip dariGreen IT CeBIT 2008
Filed under: Teknologi Informasi | Tags: PHP Bug., Rewrite Engine, Upddate Wordpress, Wordpress 2.6
Dari siang ampe malam, saya ngotak-ngatik blog ini abis2an. . lagian pengen belajar lebih jauh tentang wordpress. . mulai dari ngupdate yang petunjuknya ada disini. maklum wordpress saya masih pake yang 2.3.3 jadi ketinggalan jaman. sekarang udah 2.6 jauh banget keknya. . update pun sukses.
namun masalah baru timbul, rewrite engine gak mo jalan. . udah seluruh cara dicoba, yang ada di wordpress maupun yang ada di blog orang lain.
Saya juga sampai mengundan pakar k’ Sele, kita menemukan satu kesimpulan. apakah itu? ternyata bug di php yang di server. . pengen ngebenerin malas, soalnya udah gak disitu lagi, ntar aja kalo ketemu admin server yang lain kan ku bilang. .
Niy mo liat faultnya niy server ada dimana, seperti yang dikatakan dalam link berikut ini dan ini
Padahal saya di kantor yang lama. gak tau diri banget siy?
Tapi ada yang seru dari semua ini, apakah itu? saya jadinya ganti template seperti sekarang ini. .
semoga dengan wajah baru semakin rajin aja nulisnya. .
walaupun fakto mood sangat berpengaruh. .
Semoga kawan-kawan yang lain gak ada masalah seperti ini.
Filed under: Teknologi Informasi | Tags: Browser, Firefox, Internet Explorer, Jepang, Sleipnir
Jepang rupanya ingin juga unjuk gigi dalam bidang software. Sebuah perusahaan di negeri Sakura sedang getol mempromosikan browser yang digadang-gadang mampu menyaingi supremasi Firefox atau Internet Explorer (IE).
Browser bernama Sleipnir ini cukup populer di Jepang. Kelebihannya disebutkan pada desain yang gampang diubah sesuai keinginan pengakses. Browser ini bisa mengadopsi layout Trident dan Gecko yang masing-masing dipakai juga oleh Microsoft dan Firefox.
Hanya dengan satu klik, pengguna bisa memilih antara Trident dan Gecko, sesuai dengan tampilan dan fungsionalitas situs yang diakses.
Adalah perusahaan Fenrir di Osaka yang mengembangkan Sleipnir sejak tahun 2005. Demi menarik minat pemakai internet global, diluncurkan pula versi bahasa Inggris-nya di samping bahasa Jepang.
Menurut Yasuhiro Miki, direktur pemasaran global Fenrir, langkah ini dilakukan seiring adopsi browser yang kian tinggi. Dalam beberapa tahun ke depan, Fenrir memasang target cukup ambisius, yakni 17 juta pengguna Sleipnir di seluruh dunia, dari yang saat ini baru 100.000 pemakai.
Dilansir PCWorld, Selasa (22/7/2008), target 17 juta itu berarti sejumlah 5 persen pemakai internet yang berbahasa Inggris. Dan tidak terpaku pada bahasa Inggris saja. Fenrir juga berencana merilis browser Sleipnir dalam bahasa Spanyol dan Perancis.
Ada yang tertarik mencoba??
