Rumah Marion Rotinsulu


Green IT

Tadi pagi – sore, saya menjajaki Mall Super Mewah di Jakarta sebut Saja Grand Indonesia. Mewah dikarenakan pakaian yang ada disana gak ada harga di bawah 500ribu rupiah. Namun jangan salah sangka dulu, saya hanya numpang lewat masuk mall ini, tujuan saya adalah ballroom yang ada di lantai 11. Nama Ballroomnya Kempinski Grand Indonesia. disitu sedang diadain Windows Server 2008 Hyper-V Conference (Asia Pacific). Kebetulan undangan mampir di gubuk saya, jadi mau gak mau harus datang. Dipintu masuk saya disambut dengan kata-kata yang terpampang disebuah baliho kecil “Virtualization is an Optimization Microsoft go Green IT“.

Mungkin kita banyak mendengar belakangan ini mengenai istilah Green IT. Dan sering terbesit pertanyaan apakah yang dimaksud dengan Green IT? terkaitkah dia dengan Tumbuh-tumbuhan ataupun alam? seperti itulah awalnya yang terbesit dalam benakku sekitar 3 bulan yang lalu. untungnya saat itu saya langsung mendapatkan jawabannya.

yang dimaksud Green IT yaitu produk IT yaitu Produk-produk IT yang ramah akan lingkungan. Timbul pertanyaan berikutnya, seperti apakah Produk yang ramah akan lingkungan itu? ada 3 komponen utama yang harus dipenuhi sehingga dapat disebut Green IT.

  • Pertama didisain sebagai produk ekologi. Artinya bila perusahaan ingin membuat produk, misalnya komputer, maka harus memikirkan apakah produknya ramah lingkungan, berapa sumber daya yang digunakan, berbahayakan material yang digunakan, apakah produknya tidak berisik, dan lain-lain. Begitulah contoh disain ekologinya.
  • Kedua, penggunaanya apakah si pemakai punya perhatian dengan penghematan energi, misalnya mau memakai warga hitam saja ketimbang warna-warni di layar komputer.
  • Ketiga adalah harus bisa didaur ulang.

Sebagai contoh :

Dalam pameran teknologi informatika dan telekomunikasi internasional CeBIT, Fujitsu Siemens tampil dengan gebrakan monitor Zero Watt yang mematikan penyedotan energi ketika monitor Anda dalam status stand by. Musim panas ini, monitor hemat energi itu akan diluncurkan, seharga kurang lebih empat juta Rupiah. Inilah salah satu produk teknologi yang berpartisipasi dengan kampanye Green IT atau teknologi hijau. Tak hanya menjaga agar kantong Anda tidak bobol untuk bayar listrik, tapi juga ramah lingkungan. Manajer Marketing Fujitsu Siemens, Omur Canaltay memeragakan Zero Watt Monitor dari Fujitsu Siemens, yang menjadi pionir layar komputer hemat energi dalam posisi stand by.

“Ini merupakan yang pertama di dunia. Seperti yang kita tahu, setiap layar monitor bila tidak digunakan, maka akan terlihat mati secara otomatis ketika didiamkan sekitar dua puluh menit. Ini tidak benar-benar mati melainkan dalam status istirahat atau sleep mode. Ketika mulai digerakkan kembali maka akan menyedot energi untuk memproses sinyal atau menggerakan mouse atau komputer, paling tidak satu hingga lima watt. Sekitar sepuluh tahun lalu, monitor dalam posisi stand by masih menghabiskan energi sekitar 30 watt. Maka bila menggunakan layar Zero Watt Monitor atau monitor nol watt ini, maka akan menghemat energi.”

Contoh dikutip dariGreen IT CeBIT 2008


No Comments Yet so far
Leave a comment



Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>