Jangan sepelekan wejangan yang menyebutkan bahwa rasa benci dapat berubah menjadi cinta. Karena tampaknya hal itu benar adanya. Sebuah penelitian dapat menjelaskannya.
Rasa benci yang teramat sangat bisanya berubah menjadi rasa cinta. Hal itu sudah sering kita dengar sebelumnya. Tapi tahukah Anda bahwa hal tersebut bisa dibuktikan secara ilmiah.
Professor Semir Zeki dari Universitas London melakukan penelitian dengan melihat gelombang otak seseorang. Sebanyak 17 orang laki-laki dan perempuan menjadi obyek dalam penelitian tersebut. Mereka diperlihatkan foto-foto orang-orang yang mereka cintai, benci dan yang sifatnya netral.
Saat diteliti lebih jauh, area otak yang bekerja saat seseorang merasa cinta atau benci berdekatan. Gelombang otak saat seseorang merasa benci dan cinta pun hampir sama.
Di area otak yang bekerja saat seseorang merasa benci dan seseorang merasa cinta hanya dibatasi dengan garis tipis. Hanya saja, area yang dimiliki rasa cinta lebih besar.
Jadi hati-hati mengartikan perasaan Anda. Cinta dan benci batasnya tipis!
Post ini dikutip dari detikhot.com
5 Comments so far
Leave a comment
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

ah teori
hehehe
Comment by syamsu October 31, 2008 @ 2:59 pmWhen Love and Hate collide = Deff Lepard
Comment by Agus Lahinta November 1, 2008 @ 8:46 amhe..he.. mungkin saja benar.
Comment by sachroel November 5, 2008 @ 12:40 pmhmmm…
Comment by yd.gobel November 12, 2008 @ 3:37 pmmasa sih…
ada bnrnya X?.Tp gw sndri blm pnh,tp ga ah…I don’t want
Comment by Nona May 10, 2009 @ 2:16 pm