Filed under: Catatan Ringan | Tags: CALEG, DPR RI, Haji, Hajjah, Islam, PAN, Partai Amanat Nasional, Ruliyanti Katili Isa
Ketika melewati perempatan smp muhammadiyah di pagi hari, saya tertegun memandangi baliho besar banget bertuliskan promosi seorang caleg dari Partai Amanat Nasional untuk duduk di DPR RI. Sosok yang saya liat ini adalah seorang wanita namanya Hj. Ruliyanti Katili Isa. Berdecak kagum yang ada di hati saya, karena sebagai seorang masyarakat awam dan tidak terlalu tertarik dengan dunia politik.
Ternyata Gorontalo memiliki srikandi yang berani untuk maju ke pentas politik Indonesia. Persamaan Hak Politik antara Pria dan Wanita sekarang ini banyak didengungkan di seluruh media massa. Namun keberanian seorang wanita dari daerah lagi untuk maju ke pentas politik negara ini itu adalah hal LUAR BIASA. Memang sebelumnya saya ada hubungan bisnis dengan Partai Amanat Nasional ini, namun ini semua tidak ada kaitannya dengan itu.
Lama-kelamaan saya memandangi baliho ini, ternyata ada yang janggal. Selayaknya seorang muslimah normal(Belom Haji red.) diwajibkan untuk mengenakan Jilbab karena sehelai rambut wanita itu adalah aurat. Ini tertulis jelas dalam Al-Quran surat Annisa. Namun pada Baliho tersebut saya melihat statusnya yang sudah Hajjah a.k.a Ibu Haji tidak etis bila tidak menutupi aurat seperti itu. Apalagi dia mewakili sebuah Partai yang berlandaskan Islam diatasnya. dimana nilai Islam yang diperlihatkan oleh seorang calon itu sesungguhnya? Adakah yang bisa menjawab pertanyaan saya ini?
Efek dari yang disebabkan oleh baliho ini banyak. saya akan uraikan. Pertama, pencemaran terhadap agama sendiri. dimana letaknya? dari status Hajjah dan Aurat yang tidak tertutup. Kedua, merusak citra partai secara tidak langsung. ketertarikan masyarakat akan partai ini semakin berkurang apalagi yang fanatis akan islam itu sendiri. PAN adalah partai Islam berdiri dibawah bendera islam koq calegnya gak menunjukkan hal itu? Ketiga, insan pribadi seorang caleg sendiri. Saya lebih suka tidak memakai status Hj. didepan namanya daripada menuliskan Hj. di depan namanya tapi kelakuannya spt itu.
Keadaan seperti ini harus diperbaiki, ini masalahnya ke agama yang kita anut dan efek terhadap islam itu sendiri.
Sekarang ini banyak partai islam membawa bendera Islam tapi sesungguhnya nilai-nilai islam sendiri jarang digunakan oleh mereka! Saya harap kawan-kawan tidak terkecoh dengan memilih wakil – wakil kita seperti ini.
No Comments Yet so far
Leave a comment
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
