Rumah Marion Rotinsulu


Hidup Memang Keras!!
April 16, 2008, 10:49 am
Filed under: Catatan Ringan

Badai di Jakarta beberapa waktu yang lalu melahirkan sebuah cerita yang sangat fenomenal dalam hidup ini. cerita ini tidak ada sangkut pautnya dengan badai yang terjadi, namun cerita ini terlahir dari percakapan dua orang manusia satu si anak kecil sang loper koran yang sebut saja namanya Andi, dan pak Tri. sepanjang perjalanan dari rumahnya yang di daerah warung buncit menuju kantornya di daerah kuningan, pak Tri begitu gusar dengan keadaan disekelilingnya. macet terjadi dimana-mana, badai. yang akhirnya mobil yang dikendarainya sampai di daerah perempatan duren tiga mampang. Di daerah tersebut, dia melihat seorang anak kecil yang belum layak berada di jalanan dengan beban yang sangat berat sebagai seorang loper koran. dia bersedih melihat anak kecil tersebut yang berdiri di tengah badai dengan koran yang begitu banyak di tangannya yang telah di bungkus dengan plastik sehingga tidak basah. Pak Tri iba melihat anak ini, tak sengaja dia memegang kantong celananya, dia mendapatkan selembar duit 10ribu rupiah. Setelah memegang duit tersebut dengan bermaksud memberikan kepada anak ini karena rasa kasihan, dia memanggil sang loper koran dari dalam mobilnya tersebut.

si Andi datang menghampiri dirinya, kemudian pak Tri memberikan duit 10ribu tersebut kepada anak itu. seraya anak itu berkata “Mau beli koran yang mana pak?” pak Tri kemudian menjawab “Uang Itu untuk kamu.” anak kecil itu melemparkan kembali lewat celah kaca yang kecil kepada pak Tri seraya berkata “Pak, Saya diizinkan oleh ayah saya untuk mencari duit dengan cara sebagai loper koran, tapi ayah saya tidak mengizinkan saya sebagai pengemis. Jadi silahkan duit itu di terima kembali karena bapak tidak berniat membeli koran saya.”

pak Tri kemudian mengampiri salah seorang kawannya dan menceritakan kejadian ini sambil menangis terharu atas apa yang didapatkan olehnya, yaitu pelajaran hidup yang diberikan oleh seorang anak kecil yang selama ini kita menganggap mereka dengan sebelah mata.

Cerita ini saya dapatkan dari salah seorang dosen di kampus (temannya pak Tri) yaitu pak Palgunadi T. Setiawan ketika bertemu dengan saya di ruang kerjanya di kampus Al-Azhar. sedikit pengantar tentang beliau, dia bekerja di Astra dari tahun 1961 -2005 dari posisi sebagai seorang engineer mesin sampai pensiun sebagai seorang Direktur III di PT. Astra Internasional (Direktur bagian Komunikasi perusahaan), setelah itu beliau ditawarkan pekerjaan yang sangat banyak diantara lain sebagai Komisaris di PT. Jaya Ancol dari (2005-2008) diluar itu masih banyak lagi kedudukan professional lainnya yang masih di emban oleh beliau.

Tokoh yang sangat mengagumkan. adalagi cerita lainnya nyusul karena sangat jauh lebih menarik. . yaitu tentang temannya yang cacat (Tuna Netra) tapi dia bisa melihat dunia ini dengan sangat hebat. namanya Od Sutiyoko, S.H. yaitu seorang tuna netra yang selalu kita lecehkan tapi dia adalah seorang pemilik law firm terkenal di Indonesia. .


No Comments Yet so far
Leave a comment



Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>