Di Rumah Payung (RP), kita mesen berbagai macam jenis makanan, mulai dari Nasi Bakar till Soup, minumannya bervariasi yang jelas gue lupa nama minumannya ga’ mungkin hapal satu-satu karena saking banyaknya yang makan. Uun gelisah melihat wajah gue yang agak bingung. Tampaknya dia telah mengerti dengan apa yang aku bingungkan. tiada lain adalah masalah keuangan yang ada di Kantong. Hahahahaha. Dengan lincahnya, jarinya menari-nari diatas toots handphone. dia mulai memainkan rumus matematika statistik untuk mendapatkan hasil akhir yang mendekati kebenaran. menurut perhitungan statistik harga dan jumlah orang yang ada disini, dia memperkirakan estimasi kost yang di keluarkan 400-450ribu paling mahal. dan setelah itu aku tenang karena duit yang ada cukup untuk hal tersebut. aku diam lagi dan bisa duduk dengan tenang. toar keluar dari tempat tongkrongan dan tak lama pak yusuf menelepon diriku dengan seribu pertanyaan, mengenai anggaran dan telah kujawab seribu pertanyaan dengan 1001 jawaban. sehingga selesai. Kemanakah Toar? ternyata dia pengen ganti kostum jadi “Optimus Prime (Kata Uun)”. dia menggunakan baju Transformer hitam dengan bergambarkan logo Transformer di tengah kausnya. itulah dia sang Optimus Prime. hahahahaha. . Usai makan dan transaksi pembayaran terjadi, kita melanjutkan sesi foto-foto dan tak terasa udah jam 11 malam. anak-anak minta ngePool di Dago Plaza lantai 3 ato lantai 5. gue lupa. dan sampe disana tempat full dan kita masuk buku waiting list. selama menunggu gue am irwin bercerita ini-itu. Sampai tak terasa giliran untuk dipanggil tiba, dan itu artinya kita udah bisa ngePool. . usai ngepool jam 1 malam, Gue putusin ke Masjid Salman untuk Sholat. tak berasa itu sudah jam 2 Pagi. sholat Isya’ kami tunaikan kami berpikiran untuk segera ke Lembang, karena tempat ini dulunya waktu tur anak jakarta ke bandung, tempat yang kami tidak temukan. entah siapa yang memulai keusilan mengenai cerita horor, yang jelas mereka udah mulai berkisah horor-hororan sampai pada akhirnya muncullah cerita gunung putri selama perjalanan. lumayan deg-degan juga gue dengerinnya (Dasar Penakut!!) yang jelas dari cerita itu buat gue jadi was-was. ternyata sampai di Lembang ga’ ada halangan berarti. anak2 belum puas karena ngeliat gue masih bisa ketawa2. mereka ngelanjutin dengan studi horror ke Gereja Setan belakang Hotel Grand Aquilla Pasteur. Selama perjalanan wajah gue masam banget, artinya mood Scared : On. Gue otak-atik gps phone si Irwin supaya ada kesibukan dan pikiran takut itu perlahan-lahan menghilang. (huhuhuh) anak2 udah pada ketawa2. dan saat tiba di TKP ehh ternyata gerbang kesananya di Tutup dan gue kembali seneng luar biasa. mereka tetap ga’ puas, dan tetap mencari ide berikutnya untuk membuat gue ketakutan. HAhahaahahaha. . dasar orang2 ga’ tau berterima kasih udah di traktir di giniin pula!! Hua!!! Shahnaz kembali bercerita megenai film hantu ambulance, dan dia menceritakan kalau itu kisah benar adanya sampai suatu saat mereka memutuskan untuk ke sana. dan gue untuk menutupi rasa gengsi gue kalo gue itu penakut, gue coba aja otak-atik gps untuk nyari lokasi jalan Bahu Reksa. dan ternyata kita berhasil sampai di depan TKP. ketika udah memasuki jalan Bahu Reksa, gue pura-pura tidur. dan anak2 udah pada mulai ketawa. sampai akhirnya sang Supir (Irwin) memutuskan untuk melakukan puteran sekali di TKP. ketika muter sekali gue melihat ada bungkusan terpal yang nutupin sesuatu di rumah yang ga’ berpenghuni. ternyata itu adalah TKPnya. mereka mulai memperlambat kecepatan mobil, sampai akhirnya depan rumah itu mereka nyetopin. skitar semenit gitu yang cewe’2 minta udah minta perjalanan dilanjutkan. ternyata anak2 yang dibelakang belum puas mereka minta untuk diputer dan mobilnya di deketin ke rumah karena posisi gue kalau muter balik deket ke rumah itu. Di deretan belakang, Toar, Shahnaz dan Uun udah ketawa2 lucu, ngeliat gue udah mulai takut sampai akhirnya gue marah ketika itu di benerin. gue bilang aja kek gini “Gaji lo bedua 50% untuk bulan ini gue potong!!!”. si Uun langsung diam, si Toar bilang ke Uun “biarin aja yang penting dia kesel, dan ketakutan.” ya udah si Uun kembali bersemangat buat gue kesel dan artinya mode Kesel gue : On. gue ga’ mo nengok itu pagar am mobil. tiba2 ada yang aneh si Toar yang ketawa2 langsung diam. si Shahnaz bilang kalo badan Toar udah dingin. gue minta untuk menjauhi segera itu tempat karena udah ada yang ga’ beres. udah di ingetin juga ke anak2 kita kalau nyetop depan rumahnya itu artinya menantang sang makhluk yang ada didalam, mereka ga’ ada yang percaya dan menganggap perkataan gue itu mengada2. nanti udah kejadian baru kapok! Ya sudah gue putusin untuk keluar dari lokasi dan kita ke rumah sakit aja di RSHS. Toar teriak ga’ mau tapi dia mual2 dan akhirnya pengen ngeluarin sesuatu. dia muntah juga akhirnya ketika udah nyampe di depan RSHS gue sandarin dia di Tiang Listrik biar dia keluarin semuanya dulu baru gue mo jalan lagi. ternyata itu udah jam 4 pagi. setengah limaan dia udah kembali tenang udah ga’ muntah dan gue putusin untuk cari apotik untuk beli obat do’i. karena shahnaz dan Toar keukeuh kalo dia cuma masuk angin jadi minum gastrosit. ya sudah, biar hati toar tenang kita antarkan ke apotik kemudian kita muter-muter lagi di daerah Bandung 0 KM, Tempat pembuangan soekarno, Saritem (Tempat Esek2) dan tempat esek2 laennya yang jelas banyak juga penjaja diri yang kami temukan dengan kisaran umur diatas 30 taon (udah tante2 bo’!, but just note for all reader in my Blog, we just has seen, no more!!). Acara kami lanjutkan ke kosan ray untuk nganterin dia balik, dan rencananya yang awewe’ (Cewek2) nginap di kosan dia aja. usai mengantar mereka di tempat si Ray, ternyata si Ray bilang yang cewe’2 ga’ bisa nginap disitu, karena itu asrama cowok. terpaksa gue, uun dan irwin balik lagi ke Ray untuk ngambil pasukan dan di biarin aj mereka tidur di mobil semuanya di dalam halaman parkir kosannya irwin. karena gue am uun udah ga’ kuat lagi buka matanya kita juga mutusin untuk jadikan kursi belakang sebagai tempat tidur, kursi tengan untuk cewe’ dan kursi depan si Toar dan kursi supir shahnaz. sedangkan Hakim dan Irwin tidur di kamar. waktu tak terasa udah jam setengah tujuh, matahari udah menusuk mata gue di Hari Sabtu pagi ini. shahnaz dan toar pamitan untuk ke Jatinangor dengan mobil dengan janji untuk balik lagi jam 10an jemput gue am uun untuk ke toko buku Dunia baru daerah taman sari. dan cerita tanggal 21 Maret berakhir sampai disini. Untuk cerita tanggal 22 Maret dan 23 Maret silahkan tunggu beberapa hari lagi.
No Comments Yet so far
Leave a comment
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
