Well, di sela-sela mo kuliah agama ini, gue mo lanjutin cerita gue yang kemaren.
Usai makan steak kira2 jam setengah lima, kita-kita balik lagi ke rental yang tadi.Sebelumnya gue dapat kabar buruk dari nyokap yang mana salah seorang shabat gue, FAHRUL Meninggal Dunia dalam keadaan OD (Over Dosis). Insya Allah dia diterima disisi ALLAH dan di ampuni segala dosanya. . Amien. .
Dalam perjalanan ke Rental hujan mengguyur bumi jatinangor dan untungnya kita ga’ basah kuyup. karena pada saat turun di depan Rental hujan udah mulai reda walaupun dikit. . disana ga’ ada mobil sesuai kesepakatan awal (Avanza) adanya Xenia. Ya udah daripada kelamaan mending pake itu aja, dari segi ukuran sama gedenya jumlah seatnya juga sama. n Let’s go to Bandung.
Dalam perjalanan ke sana kita melalui tol cileunyi untuk mempersingkat waktu tempuh. sepanjang perjalanan suasana begitu hening tanpa keributan sampai suatu ketika Uun memancing keributan dengan melontarkan perkataan “To, dulu cileunyi Bandung bisa 15 Menit. Sekarang Koq jadi tambah lama ya?” dengan entengnya gue manasin keadaan “Iya, dulu kan waktu masih jomblo bisa bawa cewek siapa aja dalam mobil, sekarang kan udah ga’ mungkin lagi. . ” yang bikin keadaan lucu Shahnaz langsung nanya ke Toar “Emang dulu siapa yang dibawa dalam Mobil? koq aku ga’ tau!!”. Toar salah tingkah dan mengatakan “Jangan dengarkan dua orang brengsek yang memancing keadaan, daripada dengerin si Iyon yang jelasin ke kamu, mending ntar aku jelasin kalau tripnya udah selesai. .” Di belakang gue am uun ketawa cekikikan dengerin omongan mereka dari depan. . Hahahahaha
Daripada ntar nabrak si Toar lebih baik gue bilang ke Shahnaz itu semuanya ga’ bener. dan akhirnya yang di depan jadi baikan lagi dan suasana kelihatan harmonis.
Keliatannya ada yang kurang dalam perjalanan ke Bandung, si Ray! gue lupa dia!! Waduh bisa2 gue di ceramahi di Milis lagi neh, .. oleh karena itu gue langsung nanya posisinya dia lagi dimana, dan gue langsung jemput. Ternyata dia di Kampus (ITB) dan gue langsung OTW ke tempat.
Setengah enaman gue nyampe depan kampus ITB, mau masuk ga’ bisa kalau ga’ bawa KTM (Lumayan ketat kalau mobil, kalo pejalan kaki ga’ seketat ini). akhirnya kita mutusin nunggu di depan pintu masuk tepatnya deket masjid Salman. sambil nunggu, shahnaz minta dibeliin siomay am toar, gue langsung nelpon si Ray, minta dia buruan nyamperin di tempat kita. sambil menunggu aku teringat kisah si Ray yang mau rebonding 3 taon yang lalu. aku ceritain kisah itu ke anak2 dan yang terjadi anak2 semobil ketawa cekekekan. . . dan tak lama dia tiba di mobil dan gue langsung suruh dia duduk di belakang bareng kita-kita.
Perjalanan dilanjutkan ke masjid di daerah gedung sate sana (Aku Lupa namanya) yang jelas masjidnya sangat adem dan enak banget untuk sholat. kita magrib disana, setelah usah dari sholat magrib, kita muter2 tanpa arah, sampai Shahnaz teriak “Woi, ibu negara lapar negh, apa ga’ baiknya kita segera makan?” gue bingung mo makan dimana? setau gue ga’ ada tempat makan selama perjalanan. mereka memutuskan di dago atas. daerah perbukitan gitu (Tempat rumah payung). perjalanan ke sana memakan waktu 1,5 jam karena macet. dan akhirnya kita sampai di TKP (Rumah Payung).
Keknya ceritan aku break sampai disini. dosen agama islam udah mulai ngelirik bagian belakang yang sibuk dengan notebooknya dari awal jam pelajaran sampai sekarang. . hehehehehe.
