Filed under: Catatan Ringan | Tags: Informasi, IT, Marion, Moral, Politik, Supir Taksi, Taksi, Teknologi Informasi
Hari ini sungguh melelahkan. . jam 7 pagi bangun, langsung ke bank, pulang dari bank ke Kantor. . well nyampe kantor kerja spt biasa dan kerjakan pekerjaan yang tertunda. jam 11.55 tiba-tiba ada telepon dadakan dari salah satu panitia lelang tender project yg ada di gorontalo. dia bilang dia d jakarta dan pengen di temanin jalan. . sungguh hari ini ga’ ada waktu lowong, akhirnya terpikir satu nama yaitu assisten pribadi saudara Toar. dialah orang yang saya minta untuk menemani. dalam keadaan yang sakit dan terluntah-luntah (Hiperbola keknya. … hahahahaaha) demi sesuap nasi dan sebongkh berlian (Apalagi ini. ..) dia datang. . sungguh menharukan (Hua.. Hua.. Hua).
Untungnya aku diberikan tugas kantor untuk meeting lagi di hotel kristal. waktu ini aku gunain untuk ketemu panitia lelang ini. . 2 jam lebih aku di jalan, akhirnya aku ga’ ke hotel lagi langsung di Sarinah lt. Bawah (K F C). selesai dari KFC aku jalan, beli oleh2 untuk dia dan orang yang aku hargai dan hormati di gorontalo sana. selesai acara jalan2 dan oleh2 ini jam 10an. aku pamit pulang dengan toar, dan langsung menuju ke hotel kristal untuk meeting jam 11 malam. well sampai di kristal, kiranya mau di implementasi hari ini juga (12.00) ternyata di undur sampai wktu yang belom jelas.
Dalam perjalanan ke hotel kristal, aku naik taksi express dan ketemu supir taksi yang asyik banget. dia banyak tahu tentang dunia IT, Politik dan terakhir pendidikan terutama penanaman moral tentang anak. pertama kita omongin mengenai dunia IT yaitu chating. dimana kesimpulan dari pembicaraan kita itu bahwa chating itu seperti narkoba bikin nyandu dan bikin kita lupa diri.
Berikutnya, Politik yang kita bahas mengenai mengapa banyak partai d indonesia ini, menurut beliau adanya banyak partai di indonesia ini, karena kita salah mengartikan apa sebenarnya kebebasan berpolitik itu. yang ada sekarang ini mereka berpikir bebas berpolitik adalah kebebasan untuk mendirikan partai sesuai ideologi masing-masing. kesalahan penafsiran ini menurut dia dikarenakan pemahaman bahasa indonesia yang sangat kurang dari orang indonesia itu sendiri. dia menceritakan orang aussie (Gaulnya Australia. .) terutama di kota perth mereka memasukkan kurikulum untuk belajar bahasa indonesia di Sekolah Menengah. artinya apa mereka sangat menghargai bahasa indonsia, menurut mereka bahasa indonesia adalah bahasa yang kaya, karena tiap imbuhan ditambahkan di suatu kata dasar akan berbeda-beda artinya.
Saya Sangat setuju dengan pendapat beliau dan disini saya dibukakan mata, masih banyak apa yang saya tidak ketahui tentang hidup ini. dan salah satunya telah berasal dari mulut supir taksi yang saya akui he is a smart boy.
Well keknya mata udah berat banget. bantal telah menunggu.. . harus segera berbaring dan tidur.
